Gelar Insinyur Belum Punah, Begini Cara Mendapatkannya

By | Mei 6, 2019
mendapatkan gelar insinyur

Awalnya saya iseng mau tahu kenapa gelar Insinyur ditiadakan setelah menyelesaikan pendidikan teknik di universitas dan diganti dengan gelar Sarjana Teknik. Setelah saya cari-cari informasi dari mbah google, saya dapat informasi bahwa sarjana teknik itu bukanlah Insinyur seperti yang saya pikir sebelumnya.

Sejarah Perjalanan Gelar Insinyur Dari Tahun ke Tahun


Dulu, sebelum tahun 1994, setiap alumni fakultas teknik dan pertanian memperoleh gelar insinyur. Gelar, yang disematkan di depan nama yang bersangkutan, itu diberikan karena telah mengikuti perkuliahan dan KKN (Kuliah Kerja Nyata) sebanyak 160 sks (satuan kredit semester). Namun sejak tahun 1994 hingga kini, gelar sarjana teknik atau ST dan sarjana pertanian atau SP ( yang terbaru S.Agr.), itu diberikan kepada mahasiswa yang telah mengikuti perkuliahan dan KKN sebanyak 144 sks

Untuk lebih lengkapnya saya cantumkan kutipan editorial dari Direktur eksekutif Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mengenai perjalanan gelar Insinyur di Indonesia. PII adalah organisasi yang diberikan mandat oleh UU No 11 Tahun 2014 tentang keinsinyuran untuk melakukan pembinaan keinsinyuran termasuk di dalamnya mengeluarkan Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI)

Ir. Rudianto Handojo, IPM
Direktur Eksekutif PII

Lebih dari 60 tahun yang lalu pencantuman gelar Ir., Dr., Drs., biasa dilakukan di depan nama oleh mereka yang telah menyelesaikan pendidikan ilmu teknik, ilmu kedokteran, ilmu hukum dan ilmu sains serta non eksakta. PII didirikan pada era ahli teknik adalah Insinyur, dan anggota PII adalah para insinyur. Kemudian jaman berubah. Mungkin dengan semangat mengindonesiakan semua yang berbau Belanda, kemudian dalam ijazah, muncul lah gelar sarjana teknik (ST), sarjana kedokteran (S.Ked), sarjana hukum (SH), juga S.Sos., SE., dan lainnya, sebagai gelar yang diperoleh setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan strata 1. Diletakannya pun di belakang nama.

Belakangan disepakati bahwa, untuk mendapatkan gelar Insinyur, seseorang harus menyelesaikan pendidikan tinggi dengan mengantungi lebih dari 160 SKS. Namun sejak tahun 1993, untuk lulus dari pendidikan tinggi teknik , mahasiswa hanya harus menyelesaikan 144 SKS dengan masa kuliah 4 tahun. Mulai saat itu juga lulusannya bergelar ST.

Lambat laun gelar Insinyur seperti hilang dan seolah menjadi sejarah. Hanya PII yang terus menghimpun anggotanya, para insinyur. Pada saat itu terjadi kesepakatan bahwa ST adalah gelar akademis yang diberikan perguruan tinggi, dan Insinyur adalah gelar profesi yang diberikan karena yang bersangkutan berkarir atau berprofesi di bidang keinsinyuran. PII sangat berkepentingan dengan masalah gelar ini, yang sejak tahun 1997, sistemnya memberi gelar Insinyur Profesional (IP) yang diakui kesetaraannya di lingkungan APEC, dengan syarat harus menyandang gelar Insinyur terlebih dulu.

Pada 2003, UU SISDIKNAS No 20/2003 disahkan. Pasal 21 UU ini menyatakan bahwa gelar profesi hanya diberikan oleh perguruan tinggi (Perti). Pengaturan yang lebih lengkap muncul di UU DIKTI No 12/2012 pasal 24, yang mulai menyebut program profesi sebagai pendidikan untuk sarjana guna memeroleh kecakapan yang diperlukan dalam dunia kerja. Program profesi diselenggarakan oleh Perti bekerja sama dengan organisasi profesi. Lulusan program profesi ini berhak menggunakan gelar profesi, termasuk apa yang sekarang dikenal sebagai program profesi insinyur.

Setelah PII berjuang hampir 20 tahun, akhirny a lahirlah UU No 11/2014 tentang Keinsinyuran. Pengesahan UU ini semakin menegaskan bahwa gelar profesi di bidang keinsinyuran adalah Insinyur, yang dapat disandang seseorang dengan mengikuti Program Profesi Insinyur (PPI). Menurut UU ini, seorang sarjana teknik atau ST yang ingin mendapat gelar Insinyur, dapat mengikuti PPI. Dari kajian yang dilakukan PII, program ini direncanakan memiliki nilai studi antara 18-36 SKS yang dua pertiganya adalah dengan magang di industri. Namun yang penting adalah semangat program ini yang bertujuan untuk menjadikan para ST siap berprofesi sebagai Insinyur.

Insinyur adalah universal, dengan kriteria insinyur yang berlaku universal. Acuan yang biasa digunakan dalam bidang keinsinyuran dunia adalah yang diperkenalkan oleh ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology), sebuah lembaga akreditasi untuk program studi keinsinyuran yang berlokasi di Amerika Serikat. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh seorang insinyur. Di sisi lain, Insinyur juga mempunyai standar nasional, sehingga perlu memahami standar layanan insinyur serta hak dan kewajiban insinyur sebagaimana yang tertera dalam UU Keinsinyuran.

Dengan demikian, kini, kita memasuki era baru bahwa gelar Insinyur dapat digunakan secara luas dan legal, asal telah lulus dari Program Profesi Insinyur yang diselenggarakan bersama oleh Perti dan PII. Silakan gunakan gelar ini di kartu nama atau pun kartu undangan Anda.

Syarat Mendapatkan Gelar Insinyur:


1. Sarjana (S1) Teknik & Pertanian
2. Mengisi Formulir Keanggotaan
3. Menyerahkan Fotocopy Ijazah S1 1 Lb ( Legalisir )
4. Menyerahkan Fotokopy KTP 1 lb
5. Menyerahkan pasfoto (3 x 4) 2 Lb
6. Mengikuti Kegiatan PPPI
7. Melampirkan CV Dalam Format Bahasa Indonesia file : docx/doc

Kelebihan Dari Menyandang Gelar Insinyur?

Q: Kalau sudah memperoleh gelar insinyur, kelebihannya apa? Kalau dokter kan bisa membuka praktek dan mengobati orang dan boleh member resep obat-obat keras ke pasiennya, apoteker boleh menyimpan dan memperjualbelikan obat-obat keras, pengacara boleh mendampingi terdakwa, notaris berhak mencatat perjanjian secara legal. Kalau insinyur secara hukum apa kelebihannya?

A: Sejauh yang saya tahu berdasarkan informasi yang saya baca, yg punya sertifikasi dan gelar profesi Insinyur akan punya posisi tawar gaji yg lebih tinggi. Terus dengar-dengar nanti ada jenjangnya gitu, pakai ujian kenaikan juga. Jadi semakin tinggi tingkatannya makin tinggi gajinya.

Kampus apa saja yang membuka program profesi Insinyur?


Saat ini pada 40 universitas yang telah di tunjuk dan salah satu nya adalah Universitas Muhammadiyah Surakarta Sebagai Penyelenggara Program Profesi insinyur.


Program Profesi insinyur, terdiri dari 24 SKS (sebagai mana yang tercantum dalam brosur Program Profesi Insinyur di Universitas Muhmmadiyah Surakarta) sebagai berikut :

cara mendapatkan gelar insinyur 2019

Praktek keinsinyuran yang mempunyi bobot 50% dari total SKS di bagi menjadi beberapa mata pelajaran sebagai berikut :
• Filosofi Keinsinyuran di industry
• Arah Perkembangan industri dan status
• Situs industri (Engineering)
• Permasalahan keinsinyuran
• Tugas mengatasi masalah
• Penulisan laporan praktik keinsinyuran


Menjadi Anggota PII (Persatuan Insinyur Indonesia) Manfaatnya Apa?


Banyak manfaat yang akan dapatkan, yaitu menambah jaringan relasi dengan para insinyur-insinyur senior mendapatkan input-input up to date mengenai dunia keinsinyuran dalam lingkup Indonesia, Asean dan Dunia.

Nah, Itulah Sedikit informasi mengenai Gelar Profesi Insinyur dan Cara untuk mendapatkannya. Tentu, untuk mendapatkangelar profesi Insinyur Anda harus ikut Program Profesi Insinyur yang di selenggarakan Perti dan PII. Semoga informasinya bermanfaat.

0 thoughts on “Gelar Insinyur Belum Punah, Begini Cara Mendapatkannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.